“ Hey Ho… Lets Go! “ Selepas denger lagu Blitzkrieg Bop miliknya Ramones gw jadi tambah semangat. Band dedengkot punk asal New York ini keren banget. Mulai dari dandanannya ampe lagunya, Jiaah… emang gw banget. Setidaknya itulah yang gw rasain sewaktu nge’bongkar’ isi Harddisk milik Bleguk dirumahnya.
Selain Harddisk, ternyata si empunya Harddisk juga keranjingan punk. Berangkat dari pernak – pernik punk, cd – cd punk, poster band punk sampe ngebuat rambut hitam dangdut Bleguk bergaya semi Mohawk dengan warna cerahnya. Hem, well, kalo gw liat sih lebih mirip kaya burung kasuari mau kawin. Tapi ya sudahlah. Itulah Bleguk, temen karib gw yang kadang kalo dandan suka ga kepalang tanggung namun yang melihat merasa ingin memberikan kepalan tangan. “Oi! Oi! Oi!” Kadang – kadang si Bleguk suka ngagetin gw dengan teriakan “oi!” nya itu. Sempet gw kira dia lagi manggil tukang mie keliling. Setelah lama berpikir, baru gw sadar dia lagi ngucapin ‘salam’ kemerdekaan para kaum punk. Yeah!
Punk emang asik, ga cuman sekedar style namun juga ideologinya. Do It Yourself adalah semboyan yang nyebar luas ga cuman di komunitas punk. Dengan DIY, gw bareng temen – temen band gw jadi bisa lebih mandiri dalam berkarya, branding dan distribusi. Si Bleguk juga lebih mandiri. Kalo dulu dia pengen bolos suka nitip absen ke gw. Sekarang dia kalo maw bolos selalu mengatakannya terlebih dahulu kepada guru. Mandiri. Namun sayang tak bermasa depan. Balik ke Punk, Loe maw tau lebih banyak tentang Genre music yang satu ini? Scroll aja indieGO! Edisi Punk ini dengan semangat membara! “Oi! Oi! Oi!” (nb : Jangan terlalu keras scroll mousenya, ntar rusak loh, wkwkwkwk).
indieGO! #9
Posted in e-zine with tags band indie on August 6, 2009 by indiegomagz(DUREN SEKEN) Serasa Menghirup Udara Lampau
Posted in GO!stage with tags bali, band indie, duren seken, fakultas pariwisata unud, white shoes and the couples company on July 29, 2009 by indiegomagz“Wanita dijajah pria sejak duluuu…
Namun ada kala pria tak berdaya, bertekuk lutut di sudut kening wanita….”
Itulah sepenggal lagu yang dialunkan White Shoes and The Couple Company di pagelaran yang diadain sama Fakultas Pariwisata UNUD Sabtu (11/7) kemarin. Pagelaran yang bertajuk “Tempo Dulu” ini ternyata cukup mengundang perhatian penonton meski terguyur hujan sekilas.
Hujan yang mengguyur lapangan TVRI saat acara berlangsung tidak menyurutkan niat para penonton untuk bergoyang bersama. Terutama saat penampilan Ed Eddy and Residivis. Penonton yang awalnya sempat berteduh di tenda-tenda karena hujan, mulai memenuhi lapangan untuk menunjukkan apresiasi mereka.
Selain band, segala hal yang berhubungan dengan jaman dulu diumbar dalam acara yang mengundang tak kurang dari 9 band dan bertempat di lapangan parkir TVRI ini. Band- band indie yang turut meramaikan acara ini antara lain: The Sora, Dialog Dini Hari, Zio, Papronic, De Buntu, Joyride, Ed Eddy & Residivis, The Lepyek Group dan bintang tamu Read more »
HIV / AIDS BAGI MEREKA…
Posted in Uncategorized on July 8, 2009 by indiegomagzMatahari menelusup di antara ragam pepohonan. Tanah lembap mengiringi nuansa segar menemani sinar surya yang menari – nari diantara bebatuan kali. Bau asap dupa merebak saat seorang wanita mempersembahkan sebuah canang di Padmasana. Bermacam bunga dan sesajen pun tersusun rapi dan terlihat apik. Kadang beberapa anak kecil terlintas, bermain tanpa beban yang berarti. Disekitarnya terdapat beberapa wanita sedang terduduk santai sambil melakukan aktifitasnya masing – masing. Itulah kesan pertama saat memasuki daerah lokalisasi pekerja seks komersial (PSK), 5 Juli 2009.
Terletak di tengah kota, lokalisasi ini telah tumbuh jauh sebelum terjadinya krisis global di Indonesia. Dengan berbagai bilik beton tak kurang dari 3X2 meter menghiasi tempat itu. Modalnya pun sederhana, hanya kasur dan terkadang meja sebagai furniture utama yang disediakan bagi PSK dan pelanggannya untuk Adu Kuat. “Sewaktu saya kecil, lokalisasi ini udah berdiri disini”. Kata Wayan, germo yang cukup dikenal dalam urusan dunia esek – esek di pulau Bali. Wayan pun bercerita bahwa ada banyak lokalisasi yang tersebar di daerah ini. Selain disini, ada juga yang terletak di Nusa Dua, daerah Carik, Padang Galak dan Sanur untuk kawasan Denpasar. Namun yang istimewa di lokalisasi Gatsu (Gatot Subroto) ini adalah tersedianya klinik pemeriksaan HIV / AIDS khusus untuk para PSK yang bekerja disana.
Baginya, kesadaran untuk memerangi HIV / AIDS sudah berada dalam benaknya sedari dulu. Dibantu oleh KPA (Komisi Penanggulangan AIDS), dirinya merupakan salah satu saksi dalam pendirian areal permanen yang digunakan sebagai klinik untuk pemeriksaan penyakit HIV/ AIDS. “Ada banyak lokalisasi yang tidak memiliki lokasi khusus untuk pemeriksaan HIV / AIDS. Malah ada yang masih berupa pemeriksaan keliling atau dokter yang rutin datang untuk membantu pemeriksaan. Untungnya disini udah tersedia tempatnya” ujarnya. Read more »
indieGO! #7
Posted in Uncategorized on June 1, 2009 by indiegomagzUuuh, hari ini hujan lagi…. Aneh deh, padahal bulan ini harusnya musim kemarau tapi koq malah ngujan gini yakh? Wah, mungkin gini yah yang namanya efek Gombal Eh, Global warming. Kalau dulu yang namanya musim kemarau pastinya panas dan yang namanya musim hujan pasti basah. Sekarang boro – boro musim kemarau ada panas, yang ada hujan lebat atau malah kadang – kadang panas tapi kelewat panaaaaas banget. Akhirnya daku pun tahu perasaan kepiting panggang yang tergeletak tak berdaya di atas pemanggangan. Ditaburi merica, dan kecap… ugh..Sedapnyaaa…. lo? Aku ngomong apa ini? Ngomong-ngomong cuaca yang tidak menentu, si Bleguk yang mukanya juga tidak menentu hari ini engga skulah, katanya sih sakit gara – gara pancaroba merajalela. Sepi juga ga ada dia, yah… ntar gw ke rumahnya aja sepulang sekolah.
Akhirnya setelah bel penyelamat berbunyi, gw memenuhi tugas suci untuk menjenguk bleguk. Nyampenya di rumah bleguk yang supeeeeer guedeeee (Sueeer, kaya kastil – kastil cina gitu) gw dianterin ama pelayannya yang udah sigap sewaktu gw dateng. Nyampe di kamar, yang ada pemandangan di depan adalah sesosok mahluk jejadian lagi maen PS 2 sambil ngunyah pisang goreng sekalian ngidupin komputer yang lagi muterin musik . Yah, bukannya kasian gw malah ngelongo ngeliat muka bleguk yang tambah menggemuk dan men-sehat. Setelah sapa menyapa sambil berurai air mata, gw nyelosor ke komputernya dia yang muterin lagu bejibun banyaknya. Kayanya koleksi lagu bleguk bakalan abis keputer 2 tahun kemudian atau kalo ga komputernya yang K.O duluan. Isi harddisk 320GB di komputerna yang kesisa cuma sekitar 5gb, padahal isinya cuma lagu aja. Ga ada yang laen, ga ada video, ga ada paper sekolah, ga ada foto, ga ada resep masakan, ga ada bokep (tapi di harddisk sebelahnya nya bejibun) cuma Lagu and Musik. Buset, cuma musik aja bisa segini banyak? Kepikiran juga kenapa musik bisa beragam kaya gini yah? Rock, pop, metal, punk, reggae, blues, jazz, hip hop, rap, keroncong, dangdut, ska, de el el… Wah, asik juga nih ngulik – ngulik asal usul musik sambil ditemenin lagu – lagu asoy n’ makan pisang goreng yang anget. Adeeeeem!!! (Akhirnya bukan ngejenguk, gw malah ngabisin jatah makanan si bleguk deh)
indieGO! #6
Posted in e-zine with tags bali, indie, indieGO!, indieGO! #6, originalitas on April 28, 2009 by indiegomagz
by esha
Siang itu gw pergi ke kantin skulah setelah pelajaran pertama usai. Maw npaen? Ya, tentunya membantu ibu kantin tercinta buat nusuk temen – temen yang selama ini ngutang dsana. Sebagai hadiahnya, hasil penusukan setiap orang bisa dituker satu voucher belanja gratis dikantin selama 1 hari. Untuk itulah gue semangat banget kesana. (Oke..oke… Setelah diketok editor, gw ubah ceritanya) Sebenarnya gw ke kantin emang udah jadwal setiap hari, tapi yang ngebedain waktu itu karena si Bleguk (TARGET : Setengah Manusia, Setengah Dajjal yang mukanya Stengah Siluman setengah Buaya namun hatinya Setengah Salju setengah Es krim) maw minta bantuan ama gw. Nyampe di sana, Guk udah stay sembari bengong ngadep ke arah tembok kantin dengan iler menetes dan keringat bercucuran seperti habis menghindari kejaran gerombolan Para Gay sekampung. gw langsung aja samperin dia. “ Loe Lama Bgt sih datengnya?”, Curhat si Bleguk, “Maaph, maaph, tadi ada nenek nyebrang jalan, ga tega gw” Belaan Gw, “Wah, Hebat, Loe nolongin nyebrang?” Kagum si Bleguk, “engga, gw ngeliatin aja “. “Oooh…, Whatever lah, eh, bantuin gw dunk… “ Curhat ke 2 Guguk. “ Apaan?, ditraktir Teh botol? Oke deh, BU TEh BOTOL satu Dibayarin BLeguk yaw”, Err… Oke,oke… Tapi loe musti bantu gw bgt” , “ Hehe…sip, apaan?”, Setelah cerita aral melintang, Ternyata si Bleguk kepengen nembak cewe. CEWE MANUSIA, ya Benar… bukan Kambing. BUKAN KAMBING sebelahnya, n’ Si Cupid ud langsung ngemanah BleGuk dengan Harpun cinta saat pertama bertemu. “Gue Pengen nembak dia pake lagu, tapi masak gue pake lagu orang?, kan ga berkesan dunk??? HUhuhu…., Gue Pengennya sih buat lagu, Tapi gmana caranya? You must Helep Mi plis” Pintanya…. “ Tenang men… Loe mau buat lagu? Yang beda dari yang laen n’ berkesan mendalam? Loe harus tau yang namanya ORIGINALITAS, Tau apa itu? bukan, bukan Sodaranya Origami, itu lebih kepada identitas kita? Mau Tau lebih banyak???” Pancing gw, “MAU,MAU” Angguk2 Bleguk dengan Naphsunya. “ Loe Harus Scrol halaman indiego6 ini dengan sepenuh hati, So…THIS is It!!! Please Welcome the Creativity of Originality”
(Wau,,wau,,,Yeaaah)
Sister From Musikator
Posted in GO!stage with tags bali, indie, musikator, musikator.tv on February 3, 2009 by indiegomagz

yg belum pernah melihat tokoh2 dibalik musikator music network, inilah mereka (ki-kanan) Igo, Dethu, Robin
Setelah setahun malang melintang di jagad maya, akhirnya musikator.com,sebuah situs komunitas musik indie dari bali memiliki saudara,musikator.tv, yang mengkhususkan diri untuk menampung videoklip. “bisa dibilang youtube skala lokal, disini kita bisa nemu videoklip yg jaman jadul. Misalnya videoklip Mocca 3 tahun yg lalu..” terang Robin,salah satu gembong musikator. Read more »
AKTUAL DALAM HARMONI
Posted in GO!public on January 10, 2009 by indiegomagz
Kearifan Lokal Desa Adat Tenganan Bali
Tap…tap…sejauh kaki melangkah…sungguh kental aura kebersamaan.Kesibukan berkesenian terlihat di setiap sudut desa. Hilir mudik ‘pebanten’ menghiasi pelataran tiap rumah. Wangi dupa banten semerbak ketenangan.Namun yang sangat menakjubkan…betapa sadarnya masyarakat desa ini dengan lingkungan.

Globalisasi membuat semua orang berlomba-lomba memperlihatkan kemampuannya. Merupakan suatu hal yang baik memang, namun tidak cukup baik bila hal tersebut membuat koridor penglihatan hanya sebatas melihat kesamping yaitu tetangga. Banyak hal bisa dipelajari dari Indonesia, salah satunya dari Desa Adat Tenganan Bali. Kearifan lokalnya dapat membuat seluruh warganya menjaga keberadaan alam yang kita tempati sampai saat ini dengan sangat baik. Read more »
Selamat Datang di ‘Rumah Baru’ Kita!
Posted in GO!stage with tags launching, navicula music, web on December 18, 2008 by indiegomagz
“Kenapa malam ini kita ada di sini!??” tanya Robby kepada seluruh penonton yang hadir malam itu (14/12/08) di depan noize shop, “untuk launching website kita, kenapa hanya launching web kita buat menjadi sesuatu yg cukup spesial?” tanyanya lagi, “karena disana tempat kita semua bisa lebih dekat, berinteraksi dan berkomunikasi!” ujarnya mantap. Semantap sound grunge yg mereka usung. Dengan set panggung yang sederhana –jika tidak diijinkan mengatakan ‘kecil’-, navicula melaunching website mereka di www.naviculamusic.com , yg pembuatannya dibantu oleh Robin Malau,mantan gitaris Puppen dari bandung dan juga dalang dibalik www.musikator.com , selain navicula dan diselingi kolaborasi dengan kawan-kawan lama macam, sari nymphea, prima geeksmile, marmar psychopatic, mas yoyok, jerinx SID, igo telephone. Pesta dibuka oleh kawan dari Ubud, Baldy and The Sleeping Giant, kemudian tamu dari surabaya,Friday dengan sound shoegazenya.
Oia, malam ini juga sekaligus launching newsletter dan merchandise kerjasama bareng brand clothing lokal, I Kill Industries. (.gws)
It’s Time To Breaking The Habit!!
Posted in adv with tags hut, inggris, sastra on December 17, 2008 by indiegomagz1st Voice of Immortal Party 08

sastra Inggris bikin gebrakan akhir tahun ini! dalam rangka HUT Sastra Inggris UNUD, mereka bakalan ngadain Voice of Immortal Party (VIP) yang menggusung tema Breaking The Habit. Tema ini sendiri nyatain kalo anak-anak sastra inggris pengen keluar dari kebiasaan yang udah-udah dan pengen ngebuat sesuatu yang ‘baru’. hhmmm… kayak apa ya????? Read more »



