(DUREN SEKEN) Serasa Menghirup Udara Lampau
“Wanita dijajah pria sejak duluuu…
Namun ada kala pria tak berdaya, bertekuk lutut di sudut kening wanita….”
Itulah sepenggal lagu yang dialunkan White Shoes and The Couple Company di pagelaran yang diadain sama Fakultas Pariwisata UNUD Sabtu (11/7) kemarin. Pagelaran yang bertajuk “Tempo Dulu” ini ternyata cukup mengundang perhatian penonton meski terguyur hujan sekilas.
Hujan yang mengguyur lapangan TVRI saat acara berlangsung tidak menyurutkan niat para penonton untuk bergoyang bersama. Terutama saat penampilan Ed Eddy and Residivis. Penonton yang awalnya sempat berteduh di tenda-tenda karena hujan, mulai memenuhi lapangan untuk menunjukkan apresiasi mereka.
Selain band, segala hal yang berhubungan dengan jaman dulu diumbar dalam acara yang mengundang tak kurang dari 9 band dan bertempat di lapangan parkir TVRI ini. Band- band indie yang turut meramaikan acara ini antara lain: The Sora, Dialog Dini Hari, Zio, Papronic, De Buntu, Joyride, Ed Eddy & Residivis, The Lepyek Group dan bintang tamu White Shoes and The Couple company.
“Saya bener- bener ngerasa kayak di jaman dulu, lagian konsep acaranya juga asyik,” ujar Agung- salah satu penonton duren seken. Bagaimana tidak? Selain band- band indie yang menampilkan nuansa Jaman Dulu, terdapat juga pameran dan pertunjukkan yang gak kalah jadulnya seperti: Pameran barang Jadul, Atraksi dan Workshop jadul, Stand jadulnya vespa, permainan jadul dan Layar Tancap jadul.
Duren Seken ditutup dengan penampilan yang sangat mengundang nostalgia masa lalu White Shoes and Couple Company. Tak kurang dari 10 lagu dibawakan oleh Band yang masih bertahan di jalur indie ini. “Kami senang banget bisa tampil di Bali, wah, kami mau deh sering-sering tampil di bali, apalagi temanya kami banget,” ujar Sari- vokalis White Shoes and Couple Company ini sambil tertawa renyah. (pw)
